Berhati - hatilah Melaknat Orang Lain Bisa Balik ke Diri Sendiri

Loading...

Lisan adalah Termasuk bagian dari kenikmatan yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Dengan lisan, kita dapat mengungkapkan pikiran dan perasan kita. Terkadang kita menganggap sepele atau bahkan melupakan perkara yang berhubungan dengan lisan, sehingga kita sering mendengar seseorang yang mengucapkan sesuatu yang tanpa disadari bisa menimbulkan murka Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lisan terkadang dapat mengantarkan pemiliknya ke tingkat tertinggi apabila lisan itu digunakan untuk kebaikan atau diarahkan kepada apa yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun lisan juga dapat menjerumuskan pemiliknya ke tingkat yang paling rendah, yaitu apabila lisan digunakan untuk perkara yang tidak diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala.



Hati-hatilah bila melaknat seseorang. Sangat mungkin laknat tersebut benar-benar terkabul, atau justru berbalik ke diri sendiri yang mengeluarkan laknat tersebut.

Misalnya, bila ternyata orang yang kita laknat tersebut sebenarnya tidak pantas mendapat laknat, maka laknat atau kalimat kutukan yang kita ucapkan bisa kembali pada diri sendiri. Na'udzubillah min dzalik.

Apa yang dimaksud dengan melaknat? Melaknat mempunyai 2 makna, makna yang kesatu berarti mencela dan makna kedua berarti mengusir serta menjauhkan dari rahmat Allah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Sesungguhnya seorang hamba apabila melaknat sesuatu, niscaya laknatnya akan naik ke langit, maka tertutuplah pintu-pintu langit hingga ia (laknat tersebut) tak dapat masuk, maka kembalilah ia terhujam ke bumi, akan tetapi pintu-pintu bumi pun tertutup untuknya, maka ia berputar-putar ke kanan dan kiri, dan bila tak menemui jalan keluar (menuju sasarannya), maka ia akan tertuju pada orang yang dilaknat bila memang ia pantas untuk dilaknat, akan tetapi bila tidak pantas, maka ia akan kembali kepada orang yang mengucapkan laknat tadi.” (HR. Abu Daud)


Bahkan Rasulullah sendiri langsung mendapat teguran Allah ketika mendoakan laknat untuk Abu Jahl dan orang-orang musyrik Quraisy lainnya. Berikut ini dalilnya:



لَيْسَلَكَمِنَالْأَمْرِشَيْءٌأَوْيَتُوبَعَلَيْهِمْأَوْيُعَذِّبَهُمْفَإِنَّهُمْظَالِمُونَ

Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim.” (QS. Ali imran:128).

Sahabat medianda Jadi berhati-hati kalian dalam melaknat, apalagi bila yang kita laknat itu dari kalangan keluarga sendiri, seperti anak kandung, pasangan hidup, mertua, ipar, saudara kandung. Tidak perlulah sampai melaknat mereka, tahan lisan kita agar laknat tidak malah kembali pada diri sendiri atau bilapun terjadi, justru menjauhkan kerabat sendiri dari rahmat Allah. Astaghfirullahal'adzim.

Semoga bermanfaat




Sumber:Ummi-online

Artikel Terkait