Fraksi Partai Gerindra di DPRD DKI Tolak Reklamasi Dilanjutkan!

Loading...


Fraksi Partai Gerindra di DPRD DKI Jakarta keberatan dengan keinginan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang ingin melanjutkan proyek reklamasi. Gerindra menolak reklamasi dilanjutkan.

"Karena itu kami dari Gerindra dan PKS tidak setuju dengan usulan dibahasnya lagi Raperda reklamasi," ujar politisi Gerindra DPRD DKI, Prabowo Soenirman kepada Rimanews, Sabtu (15/10/2016).

Sebelumnya, Ahok diketahui telah mengirimkan surat resmi agar DPRD DKI membahas lagi dua Rancangan Peraturan Daerah reklamasi.

Prabowo mengaku heran dengan Ahok yang menginginkan DPRD DKI membahas lagi Raperda sebagai landasan hukum pengerjaan reklamasi.

Pasalnya, Presiden Joko Widodo dengan tegas menyarankan agar proyek reklamasi di Teluk Jakarta dihentikan sampai ada kajian resmi dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

"Lalu belum ada rekomendasi secara resmi untuk melanjutkan pengerjaan reklamasi dari Kemenko Maritim. Dalam gugatan nelayan juga Pemprov DKI kalah kan?," ungkap Prabowo.

Terlebih, sambung dia, sangat miris bila keputusan melanjutkan pembahasan Raperda tersebut dipolitisasi hanya karena PDIP sebagai empunya kursi mayoritas di DPRD DKI mendukung Ahok di Pilkada DKI.

"Harus dipahami bila ada surat resmi dari Ketua DPRD beberapa waktu lalu menyatakan penghentian pembahasan Raperda tersebut," terang dia.

Dengan sikap Partainya dan PKS di DPRD DKI Jakarta, sambung Prabowo, diyakini pengesahan Raperda tersebut tidak akan terwujud.

Sebab, dengan walk out-nya 26 kursi di DPRD DKI, maka syarat 2/3 jumlah anggota dewan untuk merumuskan Raperda tidak akan terealisasi.

"Kami PKS dan Gerindra saja cukup. Enggak akan kuorum lagi kok itu," tandas Prabowo.

Sementara, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi juga akan menolak usulan pembahasan Raperda reklamasi yang diminta Ahok.

"Untuk melanjutkan reklamasi, harus diingat banyak pihak yang memberikan catatan," ujar Abdurrahman Suhaimi. (rn)

Artikel Terkait