Kisah pilu Guru Honorer Dan Puisi Haru Yang Berjudul " Penantian Yang Terbawa M4ti " Bikin Netes Air Mata

Loading...

 


 Assalamualaikum wr. wb sahabat guru sebangsa serta setanah air, permasalahan guru memanglah tak ada habisnya di negeri ini, terlebih persoalan guru honorer yang masih memohon kejelasan nasib mereka yang tidak kunjung jelas.


Ilustrasi Pak Maman Guru Honorer Hingga umur 75 Tahun
Pemerintah hingga saat ini belum dapat memberi hak yang layak buat mereka serta mereka telah terasa hilang harapan untuk memperoleh kesejahteraaan.

Sahabat guru di indonesia marilah sejenak kita renungkan puisi ini sebagai solidaritas

Penantian Yang Terbawa M4ti

"Lelah sudah aku menunggumu
Kau tak datang datang
Jangankan menghampiri ku


Kabarpun tak ada
Kau diam kau bisu itukah sikapmu
Kau biarkan kami mati seiring waktu
Krn usia kami tak
muda lagi
Banyak pula d antara kami sdh tumbang
Apakah kau sengaja biarkan kami hilang dgn sendirinua ( m4ti )

Jgnkan kau kau angkat kami
Kau lihat pun tidak
Kau katanya bela rakyat
Apakah kami bukan rakyatmu...
Mungkin kau anggap kami beban
Mungkin kau anggap kami sampah yg sdh tak layak
Lihat bp apakah bp melihat kehidupan kami , kami jga manusia
Kami jga warga negri ini
Kami rakyatmu
Kami jga layak kau perhatikan
Di mana hatimu

Sekarang terserah kau bapak
Kami mau di buang , d hancurkan,
Bahkan kami mau d bunuuh pun dgn tangan besi mu monggo

Sekali lagi kami sdh lelah, cape, bosan berteriak ,
Percuma kami marah pun kau sdh tak peduli pd kami

Sekali lagi aku katakan
TERSERAH BAPAKKK PRESIDEN"

Mudah-mudahan guru honorer terutama yang telah berstatus K2 bisa selekasnya memperoleh kesejahteraan yang layak amin.
di share sekira nya bermamfaat
 

Artikel Terkait