Untuk Membuat KTP dan KK pasangan Suami Istri Ini Harus Keluarkan Uang Hingga Rp. 4,5 Juta

Loading...

Selalu di gaungkan kalau proses pembuatan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) itu mudah dan murah bahkan tanpa biaya. namun hal itu masih menjadi harapan bagi masyarakat. Pasalnya seperti apa yang dialami oleh Moch Taufiqi Rohman (25) dan istrinya Rena Yolanda Oktavia (18), harus membayar Rp 4,5 juta kepada modin (petugas pencatat pernikahan) dan oknum PNS pegawai Kelurahan Mandar, Kecamatan Banyuwangi, untuk membuat KTP dan KK.

Untuk Membuat KTP dan KK pasangan Suami Istri Ini Harus Keluarkan Uang Hingga Rp. 4,5 JutaHal itu bermula dari Maret 2016 lalu dimana Taufiqi berencana menikahi Rena. Dan untuk mengurusi administrasi, ia meminta bantuan Yusuf, salah satu modin, untuk mengurus KTP calon istrinya, termasuk untuk pembuatan KK dan administrasi pernikahan.
"Saat itu saya diminta dana Rp 5 juta, tapi saya tawar jadinya Rp 4,5 juta. Janjinya semua beres. Saya bayar awal Rp 2 juta dan saya serahkan langsung. Sisanya katanya setelah saya diminta ngurusi surat ke RT untuk pindah nikah karena kebetulan saya dan istri beda kecamatan," jelas Taufiqi seperti diberitakan Kompas.com.
Taufiqi sendiri tercatat sebagai warga Kecamatan Gambiran dan Rena tinggal di Kecamatan Kota Banyuwangi. Karena merasa butuh demi melancarkan proses pernikahannya, Taufiqi menyerahkan sisa pembayaran Rp 2,5 juta dengan menyerahkan syarat untuk pindah nikah setelah tiga hari kemudian. Dan mereka melangsungkan pernikahan di KUA Kecamatan Kota pada 11 April 2016.
"Setelah menikah, saya tanyakan KTP dan KK, tapi diarahkan ke Sumardi, pegawai Kelurahan Mandar. Katanya berkasnya diserahkan ke sana. Saya berkali-kali tanya, tapi dijanjikan terus sampai sekarang," katanya.
Bahkan Taufiqi sempat diminta biaya tambahan Rp 200.000 oleh Sumardi. Bahkan ia sampai mendatangi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Banyuwangi setelah mendapat pesan via SMS dari Sumardi bahwa berkas sudah dimasukkan ke Dispendukcapil.
"Saya sempat cek, tapi enggak ada sama sekali nama istri saya," tuturnya.
Bahkan Taupiqi mengaku di surat nikah nama istrinya berubah, yang awalnya Rena Yolanda Oktavia menjadi Rena Yolandia Oktaviane.
Mereka berdua mengaku belum pernah diminta tanda tangan apapun untuk pembuatan KTP, Meski demikian berharap surat kelengkapan administrasinya segera diselesaikan.
Sementara itu, saat dihubungi Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Banyuwangi Iskandar Azis menyatakan, pembuatan KTP sama sekali tidak dipungut biaya. Terkait untuk biaya pengurusan pernikahan, Azis mengatakan, pasangan tersebut menikah di KUA dan biaya pernikahannya pun tidak mencapai Rp 50.000. Jika ada oknum PNS yang terlibat, Azis memastikan akan segera ditindak.
"Ini kami sedang mengumpulkan data di lapangan. Secepatnya akan kami tindak lanjuti. Yang pasti kami menyayangkan kejadian ini," pungkasnya.
Sebaiknya bagi Anda yang akan mengurusi data kelengkapan untuk melakukan pernikahan, sebaiknya mengetahui terlebihdulu bagaimana dan berapa biayanya. Bisa ditanya kepada pihak terkait atau mencari informasi di internet. Jangan sampai ketidak tahuan kita malah dimanfaatkan orang yang memiliki niat jahat.
Sumber : http://ragampopuler.blogspot.co.id
 

Artikel Terkait